sakaraya

Memetik Kopi di Kebun Damar Rahayu

Kopi arabika damar rahayu
Kampung Pasir berada di wilayah Desa Cintakarya, tepatnya di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Secara geografis, lokasi kampung ini berada tidak jauh dari pusat kota Garut, dengan jarak sekitar 9 kilometer ke arah barat, sehingga masih cukup mudah dijangkau oleh wisatawan maupun peneliti.

Terletak di kawasan dataran tinggi, Kampung Pasir memiliki kondisi alam yang sejuk dengan udara yang segar khas pegunungan. Wilayah Kecamatan Samarang sendiri berada pada ketinggian sekitar 500 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut, menjadikan daerah ini subur dan sangat cocok untuk kegiatan pertanian, termasuk perkebunan kopi arabika yang menjadi salah satu potensi lokal.

Secara umum, wilayah Samarang berbatasan dengan beberapa kecamatan lain, seperti Kecamatan Leles di sebelah utara, Tarogong Kaler dan Tarogong Kidul di bagian timur, Bayongbong dan Pasirwangi di selatan, serta wilayah Kabupaten Bandung di sebelah barat. Letak ini menjadikan Kampung Pasir berada di kawasan yang strategis dengan suasana pedesaan.


Perjalanan Kopi Arabika Damar Rahayu

Kopi Damar Rahayu merupakan varietas arabika yang ditanam di lahan sekitar ±700 m² dengan pola tanam model pagar. Di area tersebut tumbuh kurang lebih 500 pohon kopi yang tersusun rapi mengikuti kontur lahan. Lokasinya berada di wilayah persawahan yang subur, dengan kondisi tanah yang masih sangat baik untuk tanaman perkebunan.

Sebelum menjadi kebun kopi, lahan ini awalnya merupakan ladang sayuran yang ditanami seledri, sawi, Namun, hasil panen yang tidak stabil serta biaya produksi yang sering kali tidak sebanding dengan pendapatan membuat lahan tersebut kerap mengalami kerugian. Hingga akhirnya atas saran dari seorang teman yang melihat potensi kondisi tanah dan iklim di wilayah tersebut, untuk mengalihkan fungsi lahan menjadi kebun kopi.

Perubahan ini ternyata membawa hasil yang lebih baik. Tanaman kopi arabika mulai tumbuh dengan baik dan perlahan memberikan harapan baru bagi pengelola lahan. Dari proses inilah kemudian lahir nama Damar Rahayu. Nama ini dipilih bukan sekadar untuk identitas produk, tetapi juga memiliki makna mendalam. “Damar” diartikan sebagai cahaya atau penerang, sementara “Rahayu” bermakna keselamatan dan keberkahan. Harapannya, kopi ini bisa menjadi sumber kebaikan, baik bagi yang mengolah maupun yang menikmatinya.

Perkembangan kopi Damar Rahayu juga tidak lepas dari peran Kampung Pasir sebagai ruang belajar terbuka. Kehadiran wisatawan serta kegiatan dari berbagai universitas memberi dampak positif, terutama dalam peningkatan kualitas produksi. Banyak proses yang kemudian diperbaiki secara bertahap, mulai dari cara panen, pengolahan pascapanen, hingga pengemasan agar kopi ini lebih layak dijadikan oleh-oleh dari kampung pasir.

Dengan kondisi geografis yang mendukung serta lingkungan yang masih terjaga, Kampung Pasir tidak hanya menjadi tempat tinggal masyarakat adat, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata budaya dan lokasi kegiatan edukatif bagi berbagai kalangan. Keasrian alamnya berpadu dengan nilai tradisi yang kuat, menjadikan kampung ini memiliki daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang berkunjung.


Perawatan dan Pemupukan Kopi Damar Rahayu

Agar kopi Damar Rahayu tetap menghasilkan biji yang berkualitas, proses perawatan menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan di kebun. Di lahan sekitar ±700 m² yang ditanami kurang lebih 500 pohon, perawatan dilakukan secara rutin, kebun kopi diperiksa untuk memastikan tanaman tumbuh dengan baik. Gulma yang tumbuh di sekitar pohon kopi dibersihkan secara manual agar tidak mengganggu penyerapan nutrisi dari tanah. Selain itu, cabang-cabang yang tidak produktif juga dipangkas secara berkala supaya tanaman tetap sehat dan sirkulasi udara di sekitar pohon lebih baik.

Pemupukan dilakukan secara bertahap mengikuti kondisi tanaman dan musim. Umumnya, pupuk organik menjadi pilihan utama, seperti pupuk kandang yang sudah difermentasi. Cara ini dipilih karena selain lebih ramah lingkungan, juga sesuai dengan karakter lahan yang berada di wilayah persawahan subur di kawasan Desa Desa Cintakarya, Kecamatan Samarang.

Pada musim tertentu, penambahan nutrisi juga dilakukan untuk menjaga kesuburan tanah, terutama saat tanaman memasuki masa berbunga dan berbuah. Perawatan seperti ini penting agar buah kopi yang dihasilkan bisa matang dengan baik dan memiliki cita rasa yang stabil.

Selain pemupukan, perhatian juga diberikan pada kondisi tanah dan kelembapan. Karena berada di daerah dataran tinggi Kabupaten Garut, curah hujan cukup tinggi sehingga drainase lahan harus diperhatikan agar akar tanaman tidak tergenang air. Perawatan yang dilakukan meskipun dengan cara sederhana  membuat tanaman kopi tetap produktif dan menghasilkan biji yang layak diolah menjadi kopi arabika.

Proses Panen Kopi Damar Rahayu

Memetik kopi di kebun kopi damar rahayu
Panen kopi di kebun Damar Rahayu tidak dilakukan sekaligus, melainkan bertahap.  Pemetik hanya mengambil buah yang sudah benar-benar matang. Hal ini disebut panen selektif, dan menjadi salah satu cara penting untuk menjaga kualitas rasa kopi. Satu per satu buah kopi dipetik langsung dari tangkainya dengan tangan. Proses ini memang cukup memakan waktu, tetapi hasilnya lebih terjaga karena hanya buah terbaik yang dipilih. Selama proses panen, pemetik juga memperhatikan kondisi buah di setiap pohon. Buah yang masih hijau dibiarkan tetap tumbuh hingga matang sempurna. Sementara itu, buah yang terlalu matang atau jatuh ke tanah biasanya dipisahkan agar tidak tercampur dengan hasil panen utama. Setelah terkumpul, buah kopi dimasukkan ke dalam wadah dan segera dibawa untuk pengolahan selanjutnya . Penanganan yang cepat ini penting untuk menjaga kesegaran buah sebelum masuk ke tahap berikutnya.

.

Memetik Kopi dan Berkunjung ke Kebun Kopi Damar Rahayu

Kunjungan wisatawan ke kebun kopi damar rahayu
Barisan pohon kopi tumbuh rapi mengikuti pola tanam pagar. Saat musim panen tiba, buah kopi terlihat merah merona dan siap dipetik. Proses memetiknya dilakukan secara selektif, hanya buah yang benar-benar matang yang diambil satu per satu. Cara ini memang membutuhkan waktu lebih lama, tetapi dianggap penting untuk menjaga kualitas rasa kopi.

Pengunjung yang datang biasanya tidak hanya melihat, tetapi juga ikut mencoba memetik kopi langsung dari pohonnya. Hal ini bisa menjadi sebuah pengalaman, terutama bagi mereka yang belum pernah melihat proses kopi dari dekat. Setelah proses pemetikan, buah kopi kemudian dikumpulkan untuk diolah. proses lanjutan seperti sortasi, pengupasan, hingga penjemuran dilakukan dengan tetap menjaga kualitas kopi meskipun dengan cara sederhana dan bertahap.

Kunjungan turis di kebun kopi damar rahayu